JATI- Interna UI Juli 2009

Saturday, June 23, 2007

Appendicitis

I. Definisi
Appendicitis adalah radang/inflamasi pada appendix vermiformis. Appendicitis akut adalah appendicitis dengan onset gejala akut yang memerlukan intervensi bedah dan biasanya ditandai dengan nyeri di kuadran abdomen kanan bawah dan dengan nyeri tekan lokal dan alih, spasme otot yang ada diatasnya, dan hiperestesia kulit. Appendicitis kronik ditandai dengan nyeri abdomen kronik (berlangsung terus menerus) di daerah fossa illiaca dextra, tetapi tidak terlalu parah, dan bersifat continue atau intermittent, nyeri ini terjadi karena lumen appendix mengalami partial obstruksi.

II. Patofisologi
Patofisiologi appendicitis diawali dengan adanya sumbatan dan penyempitan lumen appendiks. Adanya sumbatan ini dapat disebabkan oleh berbagai hal, termasuk diantaranya : fekolith, hiperplasia jaringan limfoid submukosa, adanya parasit usus, corpua alenium, dan penyakit Crohn. Sekresi mukus dalam lumen appendiks yang terus menerus terjadi menyebabkan lumen appendiks distensi(tekanan intraluminar meningkat). Akibatnya akan memacu terjadinya iskemia jaringan, pertumbuhan bakteri berlebihan, inflamasi/peradangan transmural dan mungkin juga biasa terjadi perforasi. Peradangan mungkin juga bisa cepat menyebar ke peritoneum parietal dan struktur-struktur yang berdekatan.
Pada appendicitis kronis obstruksi lumen bersifat partial, jika obstrukasi partial ini berubah menjadi total maka akan berkembang menjadi appendicitis akut.


III. Gambaran Radiologis

• Rontgen foto polos, tidak spesifik, secara umum tidak cost effective. Kurang dari 5% pasien akan terlihat adanya gambaran opak fekalith yang nampak di kuadran kanan bawah abdomen.


Figure1. Plain radiographic image of the abdomen revealing an appendicolith (arrow) in the right lower quadrant.


•USG : pada kasus appendicitis akut akan nampak adanya : adanya struktur yang aperistaltik, blind-ended, keluar dari dasar caecum. Dinding apendiks nampak jelas, dapat dibedakan, diameter luar lebih dari 6mm, adanya gambaran “target”, adanya appendicolith, adanya timbunan cairan periappendicular, nampak lemak pericecal echogenic prominent.


Figure 2. (Top) Transverse ultrasound image of the right lower quadrant of the abdomen (left view, noncompressed; right view, compressed) revealing a thick-walled, noncompressible tubular structure (an inflamed appendix) with a shadowing appendicolith (arrow), and (bottom) a longitudinal ultrasound image revealing the thick-walled inflamed appendix and appendicolith (arrow) and a small periappendiceal fluid collection.

• CT scan : diameter appendix akan nampak lebih dari 6mm, ada penebalan dinding appendiks, setelah pemberian kontras akan nampak enhancement gambaran dinding appendix. CT scan juga dapat menampakkan gambaran perubahan inflamasi periappendicular, termasuk diantaranya inflammatory fat stranding, phlegmon, free fluid, free air bubbles, abscess, dan adenopathy.


Figure 3. Axial computed tomographic image of an inflamed appendix filled with fluid and an appendicolith (arrow).

• Pada appendicitis kronis, dilakukan pemeriksaan appendicogram. Dimana akan tampak pelebaran/penebalan dinding mukosa appendiks, disertai penyempitan lumen hingga sumbatan usus oleh fekalit. Kontras dapat mengisi lumen (filling), mengisi sebagian (partial filling), dan tidak dapat mengisi (non filling)

1 Comments:

  • [ASK]
    Apakah pada USG gambaran yang anda sebutkan selalu muncul.
    Kalau tidak, mengapa?
    Lalu apa gold standard pemeriksaan appendicitis?

    By Anonymous woegvoghater, at 2:55 PM  

Post a Comment



<< Home